Tx

Minggu, 20 Maret 2011

Pengertian Reboisasi-Das-Pengolahan Limbah- Penertiban pengelolaan Sampah- dan Tataguna lahan

        Reboisasi (atau reforestation) adalah pengembalian kembali sumber daya hutan yang telah hilang. Sumber daya hutan yang dimaksud adalah pohon2 berkayu, semak2, satwa di dalamnya, dan sebagainya. Caranya tidak sulit, asalkan perawatan hutannya dilakukan dengan serius. Cukup dicarikan bibit2 pohon berkayu, lalu kamu tanam dan berikan pupuk urea secukupnya. Setiap dua minggu diperiksa, jika daunnya menguning, maka perlu diberi air.

      DAS (atau catchmen basin, drainage basin) adalah wilayah di mana air hujan yang jatuh di wilayah tersebut akan mengalir ke satu titik. Air yang mengalir dapat meresap ke dalam tanah sepanjang perjalanannya atau mengalir sebagai sungai.

   Pengembangan DAS dilakukan dengan mengkonservasi sumber daya hayati yang ada di wilayah tersebut, misalnya dengan menanam pepohonan. Pepohonan ini bermanfaat untuk menahan laju aliran air sehingga mampu meresapkan air ke dalam tanah sehingga mengurangi surface run off.

     Limbah adalah berbagai material yang tidak diinginkan lagi, tidak bisa dimanfaatkan lagi, atau tidak lagi berguna. Namun limbah yang didaur ulang tidak lagi disebut sebagai limbah. Segala proses yang menghasilkan material yang tidak bisa dimanfaatkan lagi disebut limbah bagi proses tersebut. Namun jika limbah tersebut diproses di tempat lain, maka limbah tersebut menjadi bahan baku.

    Pengolahan limbah bervariasi, tergantung jenisnya. Jika limbah kaca dan logam, maka dilebur dan dibentuk kembali. Jika limbah plastik, dilebur juga dengan tambahan proses kimia tertentu. Kertas bisa didaur ulang namun hingga batas tertentu. Ada kalanya kertas daur ulang tidak bisa kembali didaur ulang sehingga perlu dijadikan kompos. Limbah organik bisa dikomposkan.

     Tata guna lahan pengaturan fungsi lahan untuk tujuan tertentu, biasanya untuk pengaturan populasi, polusi, kemacetan, dan banjir. Tata guna lahan memisahkan antara kawasan yang digunakan untuk tempat tinggal manusia, kantor pemerintah, kawasan komersial, kawasan industri, dan ruang terbuka hijau.

materi referensi:

Sabtu, 12 Maret 2011

Pedoman Calon Siswa Seminari Menengah St.Vincentius A Paulo Garum-Blitar

Pendaftaran:
  • Gelombang I : dimulai dari 1 November-15 Januari (setiap Tahun)
  • Gelombang II : dimulai sejak 20 Februari  - Minggu Palma ( Setiap Tahun)
  • Informasi dan formulir dapat diperoleh di:
    • Pastor Paroki setempat
    • SMP/SMA Katolik setempat
    • Seminari Menengah St.Vincentius A Paulo Garum-Blitar
Syarat Pendaftaran
  • Calon adalah siswa (laki-laki) Katolik yang sedang dduduk dikelas IX SMP atau XII SMA.
           Sehat jasmani dan Rohani (tidak cacat badan)
  • Memiliki minat menjadi Imam.
  • Memperoleh persetujuan dari orang tua atau wali.
  • Telah dibaptis menimal 2 tahun.
  • Usia calon dari SMP maksimal 18 tahun dan calon dari SMA maksiaml 21 tahun ( pada juli tahun ajaran yang akan dating.
Prosedur dan Perlengkapan Pendaftaran
  • Calon mengisi formulir pendaftaran sesuai petunjuk dan menyerahkannya pada pastor paroki untuk disahkan .
  • Bersama dengan formulir pendaftaran, disertakan perlengkapan:
    • a. Stopmap biru untuk SMP dan merah untuk SMA (5 buah)
    • b. Surat keterangan kesehatan dari dokter.
    • c. Keterangan laborat mengenai kondisi Hbs-Ag, Anti Hbs-Ag, Darah lengkap, Hb, Diff,
                       Golongan Darah, LED, SGOP, SGPT, LFT, Uric Acid, Urine lengkap.
    • d. Foto Rontgen (lengkap dengan klise dan keterangannya)
    • e. Untuk C dan D bisa menyusul saat mengikuti test.
  • Formulir pendaftaran beserta perlengkapannya dikirim ke Seminari Menengah St.Vincentius A Paulo Garum-Blitar, Kotak Pos 106 Blitar 66101.
Wawancara dan Psikotest
  • Wawancara dan Psikotest wajib diikuti semua calon.
  • Untuk mengikuti wawancara da psikotest, para calon akan dipanggil dating ke seminari garum. Calon akan menginap 2 malam pada tanggal yang akan ditentukan kemudian.
  • Diharapkan para calon mempersiapkan perlengkapan secukupnya.
Berita penerimaan
  • Calon yang diterima adalah mereka mengikuti seluruh proses penerimaan dan test, dan telah dinyatakan diterima dengan keputusan rector Seminari Garum.
  • Keputusan Rektor akan diberikan dalam bentuk surat pemberitahuan.
  • Bagi calon yang diterima segera setelah dikeluarkannya STK dan NUN(SKHU) rata-rata 6.0 hendaknya mengirimkan fotokopinya masing-masing dua lembar.
Masuk Seminari
  • Tanggal masuk Seminari akan diberitahukan kemudian lewat surat.
  • Syarat yang harus dipersiapkan:
    • 2.1. Perlengkapan yang harus dibawa dari Rumah:
      •         Baju dan Celan panjang (secukupnya)
      •         Celana dalam, singlet, sapu tangan, kaos oblong.
      •         Sepatu hitam patofel untuk sekolah dank e Gereja.
      • Celana dan kaos olahraga (minimal 2 stel), dan sepatu olahraga.
      • Sandal jepit dan tempat sabun.
    • 2.2. Perlengkapan sekolah yang harus dibawa:
      • Alat tulis dan buku tulis.
      • Kamus (Inggris-Indonesia dan Indonesia-Inggris) dan Kalkulator.
      • Buku-buku pelajaran
      • Kitab suci
    • 2.3. mohon dipersiapkan dana untuk seragam sekolah 2 stel.
  • Pakaian hendaknya cukup kuat dan tidak luntur, berpenampilan pantas dan sederhana, serta cukup longgar.
  • Hendaknya semua pakaian yang dibawa diberi nomor cucian ( yang akan diberikan bila calon diterima) berwarna yang tidak luntur, bisa dijahit dan dilarang menggunakan spidol.
Biaya Pendidikan
  • Seminari menetapan sumbangan pendidikan min. Rp. 300.000,- per bulan.
  • Biaya pendidikan tersebut dimaksud sebagai bentuk tanggung jawab orang tua sebagai lembaga calon imam.
  • Biaya pendidikan tersenut digunakan untuk membantu menutup biaya makan dan tinggal, sekolah, dan rawat ringan.
  • Biaya diatas tidak termasuk uang saku, biaya ulangan dan UAN, serta rawat berat.

Jumat, 11 Maret 2011

Kenapa Orang Bisa Mengidap Pedophilia??

By : Yusafat Eko Transisko(Afa)

    Menurut buku diagnostic And Statistical Manual Of Mental Disorders (DSM), Fourth Edition, yang dibuat oleh American Psychiatric Association, gangguan seksual yang satu ini berhubungan dengan educational value yang diperoleh saat seseorang masih kecil. Kalau orang yang bersangkutan tidak mendapatkan educational value yang benar sesuai dengan perkembangan umurnya, maka orang itu akan stuck dalam pemahaman sexual pleasure ketika orang itu masih kecil.

    Tapi, selain tidak dapat educational value yang benar, pedophilia juga mungkin muncul karena factor trauma atau pegarh lingkungan sosial tempat tinggalnya. Factor trauma adalah kalau bersangkutan dalam riwayat hidupnya pernah menjadi korban pleceehan seksual oleh orang dewasa di sekitarnya. Perasaan tertekan, terhina, sekaligus tidak berdaya yang muncul waktu orang itu pertama kali mengalami pelecehan seksual tersebut okan tinggal di dalam memori otaknya. Kemudian dalam perjalanan hidup selanjutnya, memori itu bisa berubah menjadi amarah terpendam dan keinginan untuk balas dendam, atau justru berubah menjadi sesuatu yang olehnya dianggap menyenangkan.

    Kalau faktor pengaruh lingkungan social, tidak lain dan tidak bukan mengarah kepada masalah pornografi! Gara-gara kecanduan membaca atau menonton hal-hal yang berbau pornografi, hasilnya menjadi hasrat untuk mencoba. Celakanya, hingga terlalu kecanduannya, aktivitas seksual yang normal (laki-laki dengan perempuan yang beda usianya tidak terlalu jauh) suka dianggap tidak menarik dan tidak seru lagi. Yang lebih menarik dan lebih seru adalah aktivitas sekual yang aneh-aneh, salah satunya aktivitas seksual dengan anak-anak dibawah umur! (jauh dari masa-masa pubertas dan sesudah pubertas).

Sumber :
Majalah Hai 10-16 November 2008/TH XXXII NO.45/.
Ensiklopedi Oxford.

Senin, 07 Maret 2011

Santo Ivo

Seorang yang pandai, tidak biasa untuk bersikap rendah hati. Seorang yang dapat bersikap rendah hati karena kepandaiannya, perlu disebut orang hebat. Seperti halnya Santo Ivo yang dengan hebat memadukan kepandaian serta kerendah hatiannya, sehingga dapat bersikap tegas terhahadap segala sesuatu, sampai akhirnya patut menjadi teladan semua pemimpin.
                Santo ini tidak begitu terkenal dikalangan umat,  walaupun demikian kita sebagai umat kristiani perlu mengintip sedikit saja tentang perjalanan hidupnya.
                Ivo lahir di Beauvais pada tahun 1040. Ia belajar teologi di biara Bec serta dikenal sebagai orang pandai. Kemudian Ia bekerja di Nestle, Picardy, PerancisUtara lalu berpindah ke biara Santo Quentin. Di biara ini, Ivo mengajar teologi, hukum gereja dan kitab suci. Kemudian Ia diangkat sebagai pemimpin biara selama 14 tahun. Sebagai pemimpin biara, Ivo berusaha meningkatkan kedisiplinan hidup dan belajar, untuk para biarawan, serta berusaha membaharui aturan-aturan yang lama.
                Karena kesalehan hidupnya, kepandaian dan kepribadiannnya yang menarik, Ivo diajukan oleh umat dan segenap imam untuk menggatikan Geoffrey sebagai uskup Chartres, pada tahun 1091. Setelah didesak oleh paus Urbanus II, Ivo menerima jabatan itu.
                Dalam kepemimpinannya sebagai uskup Chartres, Ivo dengan tegas menentang raja Philip I yang menceraikan istrinya Bertha dan menikahi Bertrada, istri Fulk (seorang hakim dari Anjou). Oleh raja Philip I, Ivo ditangkap dan dipenjarakan. Seluruh kekayaan dan penghasilannya disita oleh raja Philip I. Tetapi atas desakan paus Urbanus II dan seluruh umat, Ivo dibebaskan dan menjalankan tugas seperti biasa. Selanjutnya, Ivo tetap setia kepada raja Philip dan berusaha mendamaikan raja dengan takhta suci pada konsili Beaugency pada tahun 1104. Ivo meninggal dunia pada tahun 1116.
                Dalam kesempatan ini, kita umat Tuhan perlu meneladan Santo Ivo yang selalu mendahulukan kebenaran, walaupun itu nyawa sebagai taruhannya. Sikapnya yang tegas dalam hidup sebagai pemimpin yang bertanggung jawab sangat kita perlukan sebagai panutan dalam menjalankan segala tugas yang kita emban.  Tidak lupa, yang perlu kita garis bawahi adalah kepintaran bukan sebagai ajang untuk 'gaya-gaya' tetapi perlu dibuktikan bahwa, dibalik kepintaran ada kesalehan dan cinta kasih.
                           
Hidup   : Eropa 1040-1116                             Pesta  : 20 Mei  


Kisah ini ditulis oleh Marianus Ivo.
Pada tahun 2010 di seminari santo Vincentius a Paulo, Garum, Blitar.
                 

Live Paroki Kristus Raja-Pogot-Marinus

   Jum'at sore sebuah bis ukuran jumbo berhenti di depan Seminari. "ada apa ya?" tanya mas Ardya salah satu seminaris kelas XII, " oh iya hari inikan ada rombongan dari surabaya yang bakal Live-in di Seminari" seru bang Dion.

   Hari ini banyak anak-anak dari paroki Kristus Radja, Pogot, dan Marinus yang termasuk golongan misdinar sampai rekat. para adik-adik kita ini akan live-in diseminari mulai tanggal 4-6 maret 2011. Mereka tiba di Seminari pukul 17.00 WIB, saat itu para penerima tamu seminari sedang mandi jadi mereka kelabakan menyambut tamu yang datang tiba-tiba. bahkan salah satu seminaris Mas Ivo mandinya sampai nggak pakai sabun.... ha..ha..ha  ( sorry ivo just kidding ). 
  
   Sorenya adik-adik kita mengikuti ibadat Salve di Seminari. Salve adalah ibadat penghormatan kepada Sakramen Mahakudus, selama ibadat ini para seminaris, Suster, Romo, Frater, termasuk para adik-adik kita ini berdoa sambil berlutut. setelah selesai ibadat banyak diantara mereka yang mengeluh lututnya sakit karena belum terbiasa.

  Setelah makan malam adik-adik kita ini berkumpul di ruang pertemuan Seminari ( ruang multimedia) untuk bertemu dengan frater Gregorius (frater Greg) untuk saling berkenalan dan seraya memperkenalkan Seminari. setelah itu kami semua Nonton Bioskop di ruang itu. "sorry aku lupa nama filmnya pokoknya bagus deh... he..he..he"

   " Cihuuiiii asyik libur...." seru Mas Ardian, hari ini memang tidak ada sejkolah karena hari tanggal merah Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu. "Selamat ya....!". Sabtu pagi kami Misa bersama lalu sarapan dan persiapan Outbond. Ya hari ini acara besar kami bersama adik-adik dari KRPM (Kristus Radja, Pogot dan Marinus) adalah Outbond. 
" Eits... sampai disini dulu ya.. aku harus sekolah dulu nanti kalau ada kesempatan aku lanjutin lagi ya... dahhhhh!"