Tx

Sabtu, 02 April 2011

Sumber yang tersisa

Oleh: Stefanus Septian Prasetyo

Kini kau amat Berharga dimataku
Setetespun orang akan mencarimu
Semenjak kejadian itu

Penampung limbah meledak
Sesaat kemudian, setelah aku datang
Mengisi emberku dengan air
di sumber yang tenang

Air disumber kini tlah tercemar
Dan tak kunjung jernih

Betapa terpukul hati orang
Sumber itu adalah kehidupan
Satu-satunya tempat
Bagi setiap insan menyambung hidup

Tak ada yang peduli
Aku tidak, engkaupun tidak
Kami sibuk, kami sibuk mencari
Mencari setetes air, air kebahagiaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuliskan komentar anda untuk membantu saya bila ada kesalahan dalam penulisan blog ini!